Jonfis menyatakan, penarikan di seluruh dunia tidak biasa dilakukan. "Biasanya
tidak begitu," ujarnya. Hal itu karena produksi mobil tidak terpusat di satu
tempat.
Karena itu Jonfis menyatakan, sudah dipastikan Indonesia tidak
terkena recall atau penarikan kembali tersebut. "Karena produksinya di Indonesia
dan suppliernya berbeda," ujar Jonfis.
Namun Jonfis meminta konsumen
jangan buru-buru panik dulu. "Jika ada informasi lebih lanjut, akan kami
beritahu," katanya.
Sebelumnya, VIVAnews memberitakan Honda Inggris
memutuskan menarik seluruh Honda Jazz produksi 2001-2008. Honda menemukan ada
kesalahan produksi di bagian tombol jendela yang jika kemasukan air diduga bisa
memicu arus pendek dan menyebabkan kebakaran.
Honda Inggris, seperti
diberitakan timesonline.com, Jumat 29 Januari 2010, menyatakan akan menghubungi
seluruh pemilik Honda Jazz. Kondisi ini kemungkinan besar berdampak atas 646
ribu Honda Jazz di seluruh dunia.
Kasus kebakaran ini pada September lalu
merenggut nyawa anak berumur dua tahun bernama Vanilla Nurse di Afrika Selatan.
Vanilla sedang tidur saat mobil itu terbakar.
Penarikan ini muncul di
saat pengguna Toyota juga dikhawatirkan dengan sejumlah kasus kematian karena
kesalahan produksi. Di Amerika Serikat, muncul 19 laporan kematian akibat pedal
gas Toyota terus tertekan sementara pengendara sudah menarik kakinya.
•
VIVAnews