Anda Berada Di : Home arrow Kabar ED arrow Berita & Article ED arrow Article ED arrow Informasi beasiswa di Australia
Informasi beasiswa di Australia
 

By Afief Y Miftach, on 11-02-2010 07:12

Views : 876    

Favoured : 73

There are no translations available

 

Bagi rekan-rekan yang berminat untuk berburu beasiswa S2 dan S3 di Australia, dibawah ini ada sedikit informasi mengenai hal tersebut. Rekan-rekan bisa berkunjung langsung ke website yang saya cantumkan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail.

1.   Ada 3 type beasiswa yang ditawarkan untuk belajar di Australia, yaitu Beasiswa dari pemerintah Australia, Beasiswa dari Pemerintah Indonesia dan Beasiswa dari Universitas dan Institusi di Australia.

      a.     Beasiswa dari Pemerintah Australia

Australia melalui AUSAID memiliki beberapa lembaga yang memberikan beasiswa  yaitu ALA (Australian Leadership Award - http://www.ausaid.gov.au/scholar/ala.cfm), ADS (Australian Development Scholarship - http://www.adsindonesia.or.id ) dan Endeavour (http://www.endeavour.dest.gov.au/).

b.   Beasiswa dari Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia biasanya berdasarkan perjanjian G to G (Government to Government) dengan pemerintah Australia memberikan beasiswa melalui institusi-institusi pemerintahan. Sebagai contoh adalah beasiswa dari Dikti (Depdiknas), BPK, Bappenas, BI, Polri, Depkumham, Depkominfo, dll. Beasiswa ini biasanya diperuntukkan untuk pegawai yang bekerja di institusi pemerintahan tersebut.

c.   Beasiswa dari Universitas dan Institusi di Australia

Beberapa Universitas dan Institusi di Australia memberikan beasiswa baik berdasarkan perjanjian O to O (Organization to Organization) ataupun dibuka untuk publik. Informasi lebih lanjut mungkin bisa melalui perburuan di situs-situs resmi Unversitas dan Institusi tersebut.

2.  Langkah pertama yang rekan-rekan harus lakukan adalah menentukan beasiswa dalam bentuk apa yang akan rekan-rekan coba raih. Karena saya mendapatkan beasiwa dari ADS, maka saya akan focus pada beasiswa ini.

3.   ADS, pada setiap tahunnya memberikan kuota 300 orang dari Indonesia untuk mendapatkan beasiswa. Pelamar beasiswa bisa berasal dari Targetted Sector (pelamar yang bekerja di sektor tertentu yang termasuk dalam program beasiswa),Targetted Organisation (organisasi/institusi yang menjadi target dari ADS-sudah ada MoU) dan Publik (masyarakat umum).

ADS membebaskan pelamar beasiswa untuk memilih program dan kampusnya yang ada di Australia (ADS sudah mengcover sebagian besar universitas di Australia). Pelamar juga diminta untuk membuat pilihan program berdasarkan skala prioritas (apabila pilihan 1 tidak berhasil, maka bisa diarahkan ke pihan kedua, dst). Pilihan ini harus dibuat karena beberapa pertimbangan yang dapat membuat gagalnya pemberian beasiswa, pertimbangan tersebut diantaranya : requirement skor IELTS, Academic Background, Restricted Program, dll.

4.  KPK merupakan targeted organization dari ADS, makanya tiap tahun diminta untuk mengirim pegawainya mengikuti seleksi dari ADS. Nah, untuk Polri, informasi terakhir tidak merupakan targeted organization dari ADS, karena Polri sudah mendapatkan program beasiswa lain dari pemerintah OZ (mungkin G to G).Sebagai contoh, tahun 2006 beberapa senior berangkat belajar di University of Wollongong, dan itu bukan beasiswa dari ADS. Informasi yang saya dengar, tipe beasiswanya yaitu beasiswa dari Universitas Wollongong. Pak Eka Syarief kayanya memiliki informasi yang lebih banyak menganai  hal ini.

5.  Proses seleksi, setiap tahunnya dimulai dari tahap pendaftaran di bulan Juni-September sampai dengan pengumuman di bulan Februari  Tahapan-tahapan seleksi untuk ADS yaitu :

·    Proses pendaftaran dan kelengkapan administrasi (Juni-September). Biasanya melampirkan hasil TOEFL dengan skor minimal 500 atau IELTS dengan skor minimal 5.Selain itu ada batas minimum IPK dan juga harus melampirkan beberapa dokumen terkait ijazah,surat pengantar dari institusi,foto dan formulir pendaftaran.

Pelu diperhatikan bahwa dalam mengisi formulir ada beberapa item yang sangat subjektif dan menentukan yaitu terkait : alasan memilih program,apakah ada hubungannya dengan latar belakang pendidikan dan bidang tugas pelamar, apa yang dimiliki oleh pelamar sehingga dia layak mendapatkan beasiswa dengan program pilihannya,apa yang akan dilakukan pelamar setelah lulus untuk kepentingan Indonesia, dan perubahan apa yang bisa dia buat dibidang tugasnya terkait ilmu yang didapatnya dari program beasiswa ini, dll.

·    Setelah pengumuman kelulusan administrasi (November), selanjutnya adalah test IELTS dan wawancara (Januari). Untuk ADS, mengisyaratkan hasil test IELTS minimal 5. Selanjutnya dilakukan test wawancara antara pelamar dengan minimal 2 orang professor (1 dari Indonesia-alumni penerima ADS dan 1 dari OZ). Dalam wawancara ini kita akan ditanyakan hal-hal yang ada di formulir pendaftaran yang pernah kita isi, dan kita harus mempertahankan bahwa kita layak untuk mendapatkan beasiwa ini dan kita punya rencana/perubahan yang layak sekembalinya kita ke Indonesia.

·   Setelah itu pelamar mendapatkan surat berisi pengumuman lulus/tidak lulus (Februari). Bagi kandidat yang lulus tapi overall IELTS skornya 5, maka akan dikursuskan selama 9 bulan. Untuk yang overallnya 5,5 kursusnya 6 bulan dan overall 6 kursusnya 3 bulan. Bagi kandidat yang mendapat overall skornya 6,5 dan ada band yang dibawah 6, maka kursusnya 8 minggu. Sedangkan bagi yang mendapat overall skornya minimal 6,5 dan no band less than 6, maka akan langsung berangkat dalam waktu 3-4 minggu (tergantung dimulainya semester di Uni bersangkutan, biasanya berangkat di bulan Juni). Untuk yang lainnya, ADS mengsyaratkan harus mencapai IELTS overall minimal 6 dan no band less than 6 (walaupun dalam beberapa kesempatan ADS tetap menerima with one band less than 6).

Harus diingat bahwa, setiap program dan kampus memiliki persyaratan minimum untuk IELTSnya. Jadi selain harus meraih skor minimum dari ADS, juga harus mencapai yang dipersyaratkan oleh Uni yang dipilih.

6.  Setelah persyaratan akademis selesai, terakhir adalah persyaratan Visa ke Australia. Ini gak terlalu rumit, yang penting kita gak mengidap TBC,AIDS,Flu Babi/Burung.

 

Tips n triks  berdasarkan pengalaman pribadi, apabila rekan-rekan punya pengalaman berbeda, silahkan ditambahkan) :

 

1)  Banyak Berdoa.

2)  Semua formulir diisi dengan bahasa inggris, jadi pastikan jawaban kita tertulis dengan benar,mudah dibaca dan dimengerti. Gak perlu panjang-panjang, pada intinya aja.

3)  Pilih program yang sesuai dengan situasi kita, karena akan lebih mudah kita menjawab pada saat wawancara nanti.

4)  Biasakan mengerjakan soal-soal IELTS. Dari 4 bands yang ada (Listening,Reading,Writing dan Speaking), Writing menjadi musuh nomor 1 hampir bagi semua orang. Semakin banyak kita berlatih, semakin besar kemungkinan kita dapat IELTS bagus.

5)  Biasakan ngomong sendiri didepan cermin seolah-olah kita sedang diwawancara oleh professor-professor itu,jangan lupa ngomongnya pake bahasa inggris.

6)  Pada saat wawancara, jangan tegang dan bicara yang jelas dan tertata. Hindari berdebat, karena pada intinya kita “menjual” kemampuan kita dan berharap pewawancara mau “membeli” itu.

Thats all, semoga bermanfaat.

Dari Afief di Wollongong.

 

Last update : 11-02-2010 07:20

   
Quote this article in website
Favoured
Print
Send to friend
Related articles
Save this to del.icio.us

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 
Comment language: English (0), Bahasa Indonesia (0)

Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >



Article ED Berita ED