Anda Berada Di : Home arrow Kabar ED arrow Berita & Article ED arrow Article ED arrow Makna Wakil Rakyat
Makna Wakil Rakyat
 

By KURNIA HADI, SH, SIK, MH, Mpp, on 03-09-2010 10:51

Views : 340    

Favoured : 49


 

Sebuah tulisan yang terinspirasidengan sebuah mata kuliah yang sedang dijalani saat penulis mengikutipendidikan beasiswa untuk gelar master dinegeri Sakura. Sebuah studi yang mengajarkan tentang bagaimana memaknai sebuah systempemilihan umum secara langsung dan mempunyai sebuah nilai dan makna pelajaranyang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Tujuan tulisan ini bukan untukmengkritisi sebuah system yang sudah ada di Indonesia, tetapi ingin memberikansuatu gambaran dan perbandingan tentang sebuah system yang digunakan olehsebuah Negara maju sekelas Jepang. Saya rasa tulisan ini perlu untuk diketahui,dan saya yakin keesokan harinya Indonesia akan menjadi sebuah Negara maju yangmenjamin kesejahteraan bagi penduduknya dan bangsa yang besar darikesederhanaannya dan memegang teguh cita-cita luhur jatidiri akan bangsanya.Bangsa yang saling menghormati dengan memenutup kesenjangan antara si kaya dengan si miskin dan bersikap tepo selliro antara satu dengan yanglainnya. Sebuah masyarakat yang dicita-citakan bagi pendiri bangsa Indonesiaatau founding father bahwa sebuahpermasalahan yang ada hendaknya diselesaikan secara musyawarah. Tulisan inidiinspirasikan saat saya sedang mendalami sebuah mata kuliah (government and politics in Japan)tentang mendalami sebuah system pemerintahan yang dilakukan oleh PemerintahJepang.

 

Setelah saya membacanyaberkali-kalim, seperti sebuah pesan dan solusi dari seorang senior yang sedangmenyelesaikan pendidikan Phd diAustralia, seorang mentor yang selalu membimbing saya. Seorang yang selalumemberikan solusi dikala saya bingung tentang harus berbuat apa dalam menjalanipendidinkan di Jepang. Sebutlah namanya bang Sony, walaupun sejujurnya sayatidak pernah bertemu secara fisik atau phisiclydengan dirinya, hanya komunikasi menggunakan jaringan social seperti layaknyasurat elektronik (email) saja yangmemudahkan kami saling bertukar pikiran. Bang Sony menyampaikan kepada sayatentang cara belajar yang mudah di negeri orang lain, yaitu cara belajar yangsangat spektakuler dimana kita sebagai pelajar diharapkan mencoba dan berusahamengetahui atau membaca terlebih dahulu tentang materi (handbooks and handouts) dari silabus yang diberikan oleh Dosen saatpertama kali mengikuti perkuliahan. Hasilnya, saya coba tuangkan ke dalamtulisan ini guna mengapllikasikan dan mencoba berusaha mendalami substansi dariisi perkuliahan tentang mata kuliah ini dengan topic yang sudah ditetapkan.Tidak itu saja, tulisan ini disebabkan karena rasa kangen saya yang menjadalamakan istri dan putrid saya yang ditinggalkan di Indonesia, tepatnya semarang.Dari pada saya tersiksa secara bathin karena keberadaan mereka yang nun jauhdisana, setelah selesai belajar dan mendalaminya, maka saya tulis tulisan ini.

 

Dalam mata kuliah ini, kita dimintauntuk memahami secara mendalam bagaimana system pemilihan yang ada di Jepang,sebuah system baru yang diawali oleh single-membersystem menjadi multi-member system.Yang dimaksud dengan single-member systemadalah sebuah system dimana partai yang memiliki suara pemilihanterbanyaklah yang mampu menguasai jalannya pemerintahan dan parlemen cabinetyang ada, sedangkan partai-partai yang kecil tidak memiliki peluang samasekali. Ini terjadi baik itu di level pemerintah daerah (lower house) maupun di pemerintah pusat (upper house), maksudnya adalah DPRD tingkat II dan I dan DPRDtingkat pusat. Sejak tahun 2001, Jepang mengadopsi system pemilihan multi-member system. Dalam system ini,bagi partai yang kecil pun dapat mempunyai pengaruh yang besar dengan caraberkualisi, sehingga suara yang didapat dalam hasil pemilihan mempunyaikompensitas yang besar dan cukup diperhitungkan, dengan cara ini maka semuapihak dapat bersaing secara adil atau fairlycompetition pada pemilihan yang berlangsung. Hal ini tidak jauh bedanyadengan system pemilihan Indonesia yang terjadi saat beberapa waktu yang lalu,bedanya adalah jumlah partai yang ada di indoensia sebagai peserta pemilihanumum, di Indonesia kita memiliki 44 partai, sedangkan di Jepang hanya memilikikurang lebih 10 partai.

Dalam tulisan inisaya tidak akan mengupas secara tuntas tentang system pemilihan Jepang (electoral Japanesse system), tetapi sayamencoba memberika gambaran tentang standarisasi dan klasifikasi seorangpolitikus dan calon kandidat seorang anggota wakil rakyat. Untuk belajartentang menjadi seorang negarawan yang mengerti akan kebijakan public dan halihwal yang berkenaan di dalamnya, merupakan suatu ilmu pengetahuan danpengalaman yang mendalam. Master ofPublic Policy Administrator (Mpp) adalah sebuah jenjang kesarjaan yangberfokus pada pendidikan dalam hal bagaimana seharusnya mengambil sebuahkebijakan yang bermanfaat bagi public dan menganalisa perkembangan dan fenomenakondisi social yang terjadi secara internasional, kemudian disesuaikan denganapa yang terjadi secara nyata pada lingkungan atau Negara sendiri. Sehingganantinya diharapkan dapat berguna bagi negera tiap-tiap mahasiswa para pesertapendidikan. Ilmu yang dipelajari pun beragam, mulai dari politik komparasi (comparative politics), hubunganinternasional (international relation),pengenalan microekonomi (Introductory ofmicroeconomics), perkembangan politik di Asia Tenggara (government politics in South East Asia),dan banyak lagi. Kesemua disiplin ilmu tersebut diajarkan dengan bertujuannantinya dimasa yang akan, jika para peserta menjadi sosokl pemimpin dinegaranya masing-masing hendaknya telah terjalin sebuah jaringan atau networking yang menghubungkan satupelajar dengan pelajar yang lain. Ada semacam hubungan pendekatan emosional (emotional relation approach) diantaranya, atau setidaknya para mahasiswa akan teringat apa yang menjadi tujuansebenarnya pendidikan ini dijalani yaitu mendapati sebuah kehidupan yang lebihbaik dan menjamin cita-cita luhur setiap insane di dunia.

 

Melihat sedemikian sulit menjalanidan merasakan belajar untuk menjadis seorang negarawan, sehingga apa yangdiajarkan hendaknya memiliki beberapa pesan dan kesan tersendiri bagi pribadipara peserta yang mengikuti pendidikan. Seorang negarawan, entah seorangtersebut merupakan seorang politikus,seorang birokrat, dan seorang wakil rakyat atau entah apa istilahnya,memilik sebuah tanggung jawab yang besar. Sebuah tanggung jawab yang tidak bisadiberika begitu saja kepada sembarang orang yang dinilai dewasa secara umur.Sebuah tanggung jawab yang besar yang diberikan kepada orang yang dewasa dalambertindak dan berpikir, seorang yang mampu memegang amanah dan kompetensi didalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut. Orang yang sejak lahirmemiliki sifat sebagai seorang khalifah, dan tanpa cacat, jika pun ada cacatmaka masih masuk dalam daftar toleransi sebagai sebuah wujud kenakalan seseorang yang dianggaplumrah. Dengan mempelajari hal sedemikian, maka kami para peserta didik diajakuntuk berpikir secara analisis, ekonomis, sosiologis, dan psikologis baiksecara teori maupun fakta yang ada di lapangan dengan dipadukan systemkemasyarakatan yang ada di Jepang. Banyak aspek yang harus dipikirkan, tidakhanya berupa aspek hokum semata, tetapi aspek ekonomi, sosiologis, psikologis,dan banyak aspek lainnya yang terkadang antara kenyataan tidak sesuai denganteori. Tetapi satu hal yang patut diyakini, bahwa semua hal yang sifatnya nyatapasti ada hubungan atau correlationdengan yang namanya teori (theories).

 

Kembali focus pada bangsa Indonesiayang tercinta ini, dimana baru saja kitas memilih para wakil rakyat,baik ituyang ada di pemerintah daerah tingkat dua maupun tingkat satu, termasuk parawakil daerah tingkat pusat. Seorang wakil rakyat yang tidak hanya kuat karenabanyak pemilih yang memilih diri mereka, tetapi seorang wakil rakyat yangmemang benar menyalurkan aspirasi masyarakat yang memilihnya. Jangan kitamempunyai anggapan bahwa wakil rakyat dipilih hanya untuk pindah tempat tidurdari kampung halaman menjadi ke ibu kota Jakarta semata atau banyak lagipersoalan. Mumpung hal ini baru saja terjadi, berarti kondisi para wakil rakyatbaik itu secara psikologi maupun fisik masih terlihat segar dan penunh semangatdengan beberapa idealism yang dibawa oleh masing-masing pribadi untukkepentingan bangsa dan Negara serta masyarakat yang memilihnya. Untuk itu, sayamasih yakin sepenuhnya bahwa para wakil rakyat yang terpilih masih memiliki hati nurani dalam menjalankan amanah dantanggung jawabnya. Sehingga apa yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia untukmenjadi sebuah Negara yang adil makmur dan menjamin kesejahteraan seluruhelemen bangsa Indonesia dapat terwujud secara nyata.

 

Para wakil rakyat yang berprofesiawalnya seorang artis, olahragawan, preman,kuli bangunan, dan banyak lagi. Saya menganjurkan untuk tetap belajar untukmendalami apa yang seharusnya bersikap dan bertindak secara manusia dewasa.Dari mana pun kalian berasal, tetapi secara takdir dan  kenyataan bahwa kalian adalah lebih baik darikami rakyat jelata yang dipimpin oleh kalian. Hadapi kenyataan tersebut denganpenuh rasa tanggung jawab bagi bangsa, Negara, agama, keluarga dan tentu sajabagi diri kalian sendiri. Jadikanlah diri kalian polisi bagi diri kalian sendiri, yang memiliki jiwa seorang khalifah yaitu sebagai insane yangbermanfaat bagi orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Berdayakan dirisemaksimal mungkin, sehingga apa yang menjadi elemen dan substansi dari jiwaorganisasi "wakil rakyat" dapat berjalan secara proporsional dan professional.Para "wakil rakyat" adalah para individu yang terpilih di antara yang terpilih,you are the choosen, so prove it...!Jangan nodai makna yang sangat suci dari institusi Lembaga Perwakilan Rakyat,baik itu yang di daerah maupun di pusat. Mari kita dukung bersama.......!

 

KURNIA HADI

SEORANG ANAK ITIK YANG TERSELIP DALAM PERJALANAN HIDUPNYA DINEGERI SAKURA....

 

I dedicated this wrote to my lovely family

Nurhayati Desy Dwi Hartanti & Annisa Madjid Ramadhani

 


Last update : 03-09-2010 10:51

   
Quote this article in website
Favoured
Print
Send to friend
Related articles
Save this to del.icio.us

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 
Comment language: English (0), Bahasa Indonesia (0)

Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >



Article ED Berita ED