| By KURNIA HADI, SH, SIK, MH, Mpp,
on 05-09-2010 16:55
|
Views : 434  |
Favoured : 50 |
There are no translations available
Bismillahhirahmaanirrahiim
Assalammu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuuh
Nopember 22, 2009. Bersama seorang rekan yang tinggal satu gedung apartemen danberasal dari Bandung, kami berangkat menuju kawasan Kawasaki di Tokyo. SelepasAshar kita berangkat dengan menggunakan kereta listrik dari stasiun TokyoTeleport, perjalanan ditempuh selama 1,5 jam. Dua kali kami berganti jalurkereta dan melalui perjalanan yang santai, nyaman, tenang & bersih.
Sekitar jam lima sore kami tiba, kami langsung disambut oleh seorang rekan yangsudah tiga tahun hidup & kuliah di Jepang. Panggil saja ia"entong", Entong adalah adik dari "ela", Ela adalah rekansaya satu gedung apartemen, mereka dari Bandung. Begitu Entong menyambut kami,Kami pun mengikuti Entong menuju tempat yang dituju.
Setiba di tempat yang dituju, Kami berjumpa & disambut oleh seorang rekanlainnya yang sedang sibuk memasak Dan mempersiapkan segala makanan untukmenyemarakkan acara tersebut. Panggil saja rekan tersebut dengan sebutan"cuplis", saya mengenal cuplis dari si Ela & Entong. RupanyaCuplis adalah Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jepang. Seorang yangenerjik, penuh semangat, visioner, & punyai visi misi berbuat suatuperubahan bagi Indonesia.
Kami saling bahu membahu untuk merpersiapkan guna memeriahkan acara yang sudahdirencanakan, rupanya acara kali ini adalah acara perayaan ulang tahun bagirekan-rekan lainnya yang lahir bulan nopember. Satu persatu para undangandatang, ada yang datang secara pribadi & ada yang berkelompok. Mereka tidaktinggal di satu wilayah, sama halnya dengan saya. Kita tinggal hampir menyebardisegala penjuru Kota Tokyo,hal itu tergantung dimana kita menemukan &merasa cocok dengan kondisi lingkungan yang kita diami.
Saya melihat, menyaksikan Dan mengalami langsung sejauh mana aktifitas mereka,sedalam apa ambisi & keinginan mereka, setinggi apa cita-cita mereka &apa rencana mereka selanjutnya. Sekelompok anak muda Indonesia yang berjuanguntuk menuntut ilmu di negeri jepang guna bekal dihari tua nanti, & bangsaIndonesia pada umumnya. Sekelompok anak muda yang terpisah dari orang tua,keluarga, handai taulan. Anak muda yang miliki beribu kebanggaan di dalamhatinya karena menjadi yang terpilih dari yang dipilih.
Setiap tahun mereka berdatangan silih berganti, jumlah mereka pun bervariasi,dan tersebar di seluruh universitas terbaik di Jepang. Sungguh sangatdisayangkan negara tidak memberdayakan mereka, sayang jika bangsa Indonesiamembiarkan mereka mencari penghidupan & pekerjaan sendiri. Sekelompok anakmuda yang rasa patriotisme & nasionalism masih sebesar "biji jagung",dan masih sangat rentan untuk disusupi & dijejali oleh pihak luar.
Mereka hanyut dengan kesenangan & kegemarannya sendiri, mental merekadibiarkan untuk mencari "imam" sendiri tanpa ada yang mengarahkan.Ibaratkan seekor anak Rajawali yang terjebak di belantara ilalang, tidak punyajati diri bangsa & hanya dihadapi oleh fatamorgana kisah kepahlawanan parapahlawan bangsa. Mereka takut, jika nantinya mereka pulang, keahlian &kemampuan mereka tidak dihargai. Kemampuan mereka tidak dijaga atau bahkanditingkatkan, mereka mencukupi kebutuhan primer sendiri.
Yang mereka butuhkan adalah seorang inspirator yang mampu memberikan merekainspirasi demi Indonesia yang jaya. Mereka hanya butuh seorang motivator yangmampu memberikan motivasi akan suatu pengertian tentang kebesaran bangsaIndonesia. Mereka hanya butuh seorang fasilitator yang mampu memfasilitasikeahlian, kemampuan, kepandaian & keilmuan mereka untuk nantinyadiaplikasikan demi kepentingan & kemashlahatan bangsa Indonesia. Satu halyang utama, mereka butuh perhatian, kasih sayang, pengakuan & sedikitpujian dari sang "ibu pertiwi".
Jangan biarkan mereka hilang & hanyut serta terjerumus ke dalam tipumuslihat dunia, bangsa lain & kenikmatan semu. Jangan mereka merasa banggaterhadap bangsa lain ketimbang bangsanya sendiri. Jangan biarkan anak-anakRajawali itu bergaul dengan "anjing", jangan sampai mereka besar dilingkungan sekawanan "Babi", & jangan sampai mereka tumbuh &dibesarkan oleh lingkungan "bajingan". Ingat, kita pun ikutbertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.
Mereka adalah sekumpulan anak-anak Rajawali yang sudah kodrat & takdirdiberikan suatu Rahmat yang lebih dari Allah swt, karena jika mereka salaharah, mereka akan lebih "sadih", lebih "parah" & Akanbuat kehancuran yang lebih "dasyat" dari yang kita bayangkan. Jikahal tersebut terjadi, jangan salahkan mereka sepenuhnya tetapi hendaknya kitaberkaca pada diri kita dahulu tentang apa yang kita berikan kepada mereka.
Tulisan ini saya buat disaat saya sedang berpuasa & mencari sebuah masjidsekaligus berusaha menemukan tempat berkumpul bangsa Rajawali untuk merayakanhari raya Idul Adha. Bangsa Rajawali yang sebenarnya merupakan bangsa yangbesar "kesederhanaa", bangsa yang tidak kenal lelah untuk membangunbangsanya, ialah bangsa Indonesia. Bangkitlah bangsaku, rawatlah anak-anakRajawali itu...!
Wa'alaikumsalam warrahmatullaahi wabarakatuuh
Kupersembahkan tulisan ini untuk "induk rajawaliku" (N. Desy DH, SH)yang sedang merawat "rajawali betina kecilku", semoga besar nantiengkau akan menjadi seekor burung yang lebih besar dari seekor Rajawali, seekor"Garuda" (Annisa Majid Ramadhani). Last update : 05-09-2010 16:55
|
|
|